setting

Publikasi Tugas Kuliah: tugas geografi (pendekatan ekologi)

tugas geografi (pendekatan ekologi)



PENDEKATAN EKOLOGI
Untuk Memenuhi Tugas Dasar-Dasar Geografi
Dosen : Ibu Suparmini


Disusun Oleh :


1.      Pitri Dwi Astuti          12416244010
2.      Rischa Putri A             12416241057
3.      Ridha Pangestika        12416244011
4.      Rasyid Risnanto          12416241039
5.      Alin Nadira Ulfah       12416244014
6.      Wahyu Nur D U         12416244002
7.      Berti Damayanti          12416241052
8.      Ajeng Ngesty P           12416241055
9.      Denny Prastyo                        12416241036
10.  Fitria Mustika Dewi    12416241046
11.  Rian S Pambudi          12416241044
12.  Muh. Fahrizal              12416244003
13.  Nur Cholik                  12416244006
14.  Gian Tri Widodo         12416244007
15.  Ardiantoro                  12416244009
16.  R. Hernawan               12416241059
17.  Eviana Sidabalok        12416241038


Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial
Universitas Negeri Yogyakarta
2012
BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Dalam geografi terpadu, untuk menelaah suatu permasalahan geografi, diperlukan pendekatan antara lain, pendekatan keruangan (spatial), pendekatan ekologi (ecological), dan pendekatan kompleks wilayah (regional complex).Ketiga pendekatan tersebut saling berhubungan dan berfungsi untuk memecahkan suatu masalah geografi.

Pendekatan keruangan atau sering disebut spatial analysis lebih menekankan untuk mempelajari suatu masalah tentang perbedaan lokasi mengenai sifat-sifat penting atau seri sifat-sifat penting.Sedangkan pendekatan ekologi (ecological analysis) lebih terpusat pada interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya.Dan pendekatan yang merupakan kombinasi dari dua pendekatan sebelumnya adalah pendekatan komplek wilayah, yang menggabungkan mengenai areal differensial dan interaksi makhluk hidup dan lingkungan.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud pendekatan ekologi?
2.      Bagaimana hubungan ekologi dengan ilmu-ilmu lain?
3.      Bagaimana konsep ekosistem dalam ekologi?

C.    Tujuan
1.      Menambah pengetahuan tentang pendekatan-pendekatan geografi khususnya pendekatan ekologi.
2.      Mengetahui bagaimana konsep ekosistem dalam ekologi (penerapannya).
3.      Memahami hubungan ekologi dengan ilmu-ilmu lain.



BAB II
ISI

A.     PENGERTIAN EKOLOGI
Istilah ekologi pertama kali digunakan oleh Haeckel, seorang ahli zoology Jerman di tahun 1869.Istilah ini berasal dari bahasa Yunani, yaitu oikos yang berarti rumah dan logos yang berarti ilmu. Studi mengenai interaksi antara organisme hidup dengan lingkungan disebut ekologi. Oleh karena itu untuk mempelajari ekologi seseorang harus mempelajari organisme hidup seperti manusia, hewan dan tumbuhan serta lingkungannya seperti litosfer, hidrosfer dan atmosfer. Selain dari itu organisme hidup dapat pula mengadakan interaksi dengan organisme hidup yang lain.
Berikut ini ada beberapa pengertian ekologi :
·         Secara harfiah Ekologi berarti ilmu tentang makhluk hidup dalam rumahnya atau dapat diartikan juga sebagai ilmu tentang rumah tangga makhluk hidup.
·         Ekologi merupakan salah satu cabang biologi. Yaitu ilmu pengetahuan tentang hubungan antara organisme dan lingkungannya. Atau ilmu yang mempelajari pengaruh factor lingkungan terhadap jasad hidup.
·         Ekologi adalah suatu ilmu yang mencoba mempelajari hubungan antara tumbuhan tumbuhan, binatang dan manusia dengan lingkungannya dimana mereka hidup, bagaimana kehidupannya dan mengapa mereka ada disitu.
·         Ekologi adalah ilmu yang mempelajari makhluk hidup dalam rumah tangganya atau ilmu yang mempelajari seluruh pola hubungan timbal balik antara makhluk hidup sesamanya dan dengan komponen di sekitarnya. 

Manusia merupakan satu komponen dalam dalam organisme hidup yang penting dalam proses interaksi. Dalam pengelolaan lingkungan pandangan kita bersifat antroposentris, yaitu melihat permasalahannya dari sudut kepentingan manusia.Walaupun tumbuhan, hewan dan unsur tak hidup diperhatikan, namun perhatian itu secara eksplisit atau implisit dihubungkan dengan kepentingan manusia.Oleh karena itu dalam pengelolaan lingkungan, ekologi yang kita butuhkan ialah ekologi manusia. Ia merupakan cabang khusus ekologi , disamping ekologi tumbuhan , ekologi hewan dan ekologi jasad renik.
Pembagian ekologi. Ekologi dapat dibagi menjadi :
1.      Autekologi : Membahas pengkajian individu organism atau individu spesies yang penekanannya pada sejarah-sejarah hidup dan kelakuan dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungan.

2.      Sinekologi : Membahas pengkajian golongan atau kumpulan organisme-organisme yang berasosiasi bersama sebagai satuan.

Bila diadakan suatu studi mengenai hubungan suatu jenis pohon tersebut terhadap lingkungan, pengkajian itu akan bersifat autekologi. Apabila studi itu memperhatikan atau megenai hutan dimana jenis pohon itu tumbuh, pendekatannya bersifat sinekologi.
Pendekatan ekologi dalam Geografi adalah suatu metodologi untuk mendekati, menelaah dan menganalisa suatu gejala atau sesuatu masalah dengan menerapkan konsep dan prinsip ekologi.Dalam pendekatan ini analisis hubungan antar variable manusia dengan dengan variable lingkungan lebih ditekankan sehingga dapat dikatakan bahwa analisisnya lebih dikenal sebagai analisis vertical.
Pandangan dan penelaahan ekologi diarahkan kepada hubungan antara manusia sebagai makhluk hidup dengan lingkungan alam. Pandangan dan penelaahan ini dikenal sebagai pendekatan ekologi, yang dapat mengungkapkan masalah hubungan penyebaran dan aktivitas manusia dengan lingkungan alamnya. Pada pendekatan ekologi suatu daerah pemukiman, daerah pemukiman tersebut ditinjau sebagai suatu bentuk ekosistem hasil interaksi penyebaran dan aktivitas manusia dengan lingkungan alamnya. Demikian pula jika kita mengkaji daerah pertanian, daerah perindustrian, daerah perkotaan, dan lain-lain.
Pada konsep ekosistem, suatu konsep sentral dalam ekologi ialah ekosistem, yaitu suatu system ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya.

Geografi dapat dikatakan juga sebagai ilmu tentang ekologi manusia yang bermaksud menjelaskan hubungan antara lingkungan alam dengan penyebaran dan aktivitas manusia. Pokok dari geografi adalah berkenaan dengan studi tentang ekologi manusia pada area/daerah yang khusus. Pengertian geografi pada konteks ini bukan merupakan pengertian geografi secara keseluruhan, melainkan kepada geografi regional. Meninjau region sebagai suatu bentuk ekosistem hasil hubungan dan penyesuaian penyebaran aktivitas manusia dengan lingkungannya pada area atau daerah tertentu. Interelasi manusia dengan alam lingkungan di sekitarnya dikaji berdasarkan konsep dan prinsip ekologi.
Selain itu pendekatan ekologi merupakan suatu pendekatan yang berdasarkan interaksi dan interdependensi yang terjadi pada lingkungan. Lingkungan geografi bisa diartikan sama dengan lingkungan pada umumnya. Pendekatan ekologi dilakukan dengan berpusat pada interelasi kehidupan manusia dengan lingkungan fisiknya yang membentuk system keruangan yang dikenal dengan ekosistem.
Sebagai contoh didalam pendekatan ekologi bahwa suatu pemukiman ditinjau sebagai suatu bentuk ekosistem hasil interaksi penyebaran dan aktivitas manusia dengan lingkungan alamnya.
Aktivitas manusia dalam kaitannya dengan interaksi dalam ruang terutama terhadap lingkungannya mengalami tahapan-tahapan sebagai berikut:

§  Tahapan yang sangat sederhana yaitu manusiatergantung terhadap alam (fisis Determinisme).
Manusia belum memiliki kebudayaan yang cukup sehingga pemenuhan kebutuhan hidup manusia dipenuhi dari apa yang ada di alam dan lingkungannya (hanya sebagai pengguna alam). Sehingga pada saat alam tidak menyediakan kebutuhannya maka dia akan pindah atau mungkin punah (kehidupan zaman purba)
§  Manusia dan alam saling mempengaruhi. Manusia memenfaatkan alam yang berlebihan dan tidak memperhatikan kemampuan alamnya, sehingga lingkungan alam rusak dan berakibat juga pengaruhnya terhadap manusia. Manusia sudah mampu mengurangi ketergantungannya terhadap alam tapi manusia juga masih membutuhkan alam.
§  Manusia menguasai alam. Dengan berkembangnya ilmu, kemempuan dan budayanya, manusia dapat memanfaatkan alam sebesar-besarnya. Contohnya dibuatnya mesin-mesin mengeksploitasi alam yang sebesar-besarnya. Jika alam sudah tidak mampu lagi maka mesin-mesin digunakan untuk memproduksi bahan-bahan sintesis yang tidak bias dibuat alam.

Dalam pendekatan kelingkungan, kerangka analisisnya tidak mengaitkan hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungan alam saja, tetapi harus pula dikaitkan dengan :
1)      Fenomena yang didalamnya terliput fenomena alam beserta relic fisik tindakan manusia
2)      Perilaku manusia yang meliputi perkembangan ide-ide dan nilai-nilai geografis serta kesadaran akan lingkungan.
Lingkungan geografi memiliki dua aspek yaitu:
-          Lingkungan perilaku (behavior environment)
Lingkungan perilaku mencakup dua aspek yaitu pengembangan nilai dan gagasan dan kesadaran lingkungan. Ada dua aspek penting dalam pengembangan nilai dan gagasan geografi yaitu lingkungan budaya gagasan-gagasan geografi dan proses sosil ekonomi dan perubahan nilai-nilai lingkungan.
-          Lingkungan fenomena (phenomena environment)
Lingkungan fenomena mencakup dua aspek, yaitu relic fisik tindakan manusia dan fenomena alam.relic fisik tindakan manusia mencakup penempatan urutan lingkungan dan manusia sebagai agen perubahan lingkungan. Fenomena lingkungan mencakup produk dan proses organic termasuk penduduk dan produk serta proses anorganik.
Kerangka umum analisis pendekatan lingkungan dapat dicontohkan sebagai berikut.
Masalah yang terjadi adalah banjir dan tanah longsor di Ngroto Pujon Malang.
Untuk mempelajari banjir dengan pendekatan kelingkungan dapat diawali dengan tindakan sebagai berikut :
1)      Mengidentifikasi kondisi fisik di lokasi tempat terjadinya banjir dan tanah longsor. Dalam identifikasi itu juga perlu dilakukan secara mendalam, termasuk mengidentifikasi jenis tanah, topografi, tumbuhan dan hewan yang hidup di lokasi itu.
2)      Mengidentifikasi gagasan, sikap dan perilaku masyarakat setempat dalam mengelola alam di lokasi tersebut
3)      Mengidentifikasi system budidaya yang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan hidup (cara bertanam, irigasi dan sebagainya)
4)      Menganalisis hubungan antara system budidaya dengan hasil dan dampak yang ditimbulkan
5)      Mencari alternative pemecahan atas permasalahan yang terjadi.

B.     HUBUNGAN EKOLOGI DENGAN ILMU-ILMU LAIN
            Ekologi mempunyai perkembangan yang berangsur-angsur.Dari perkembangan itu semakin terlihat bahwa ekologi mempunyai hubungan dengan hampir semua ilmu-ilmu lainnya. Guna memahami ruang lingkup dan sangkut pautnya ekologi, persoalannya harus dipandang dalam hubungannya dengan ilmu-ilmu lain. Untuk mengerti hubungan antara organism dan lingkungan, semua bidang ilmu yang dapat menerangkan tentang komponen-komponen makhluk hidup dan lingkungannya itu sangat diperlukan.Boleh dikatakan bahwa semakin hari semakin terasa hubungan ekologi dengan hampir semua bidang ilmu yang ada.Semakin terasa bahwa semua orang harus memahami ekologi dan jika tidak berlebihan dapat dikatakan bahwa ekologi merupakan ilmu dasar dari semua cabang ilmu yang ada.Ekologi merupakan salah satu cabang biologi dan mempunyai ruang lingkup yang sangat luas.




BAB III
PENUTUP

            KESIMPULAN
·         Pendekatan ekologi dalam geografi adalah suatu metodologi untuk mendekati, menelaah, dan menganalisa suatu gejala atau suatu masalah dengan menerapkan konsep dan prinsip ekologi.
·         Pandangan dan penelaahan ekologi diarahkan kepada hubungan antara manusia sebagai makhluk hidup dengan lingkungan alam.
·         Pendekatan ekologi dilakukan dengan berpusat pada interelasi kehidupan manusia dengan lingkungan fisiknya yang membentuk system keruangan yang dikenal dengan ekosistem.
·         Pengelolaan lingkungan pandangan kita bersifat antroposentris.

















DAFTAR PUSTAKA
       Soemarwoto,Otto.1926.Ekologi Lingkungan Hidup dan Pembangunan.Jakarta:Djambatan
       Djamal Irawan,Zoer’aini.2004.Prinsip-Prinsip Ekologi.Jakarta:Sinar Grafika Offset
       Bintarto.1991.Metode Analisa Geografi.Jakarta:LP3E5

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Copyright © Publikasi Tugas Kuliah Urang-kurai